MEMBUAT DESAIN JARINGAN BERBASIS LUAS (WAN)

 Pengenalan jaringan

 Jaringan / network adalah suatu mekanisme yang memungkinkan berbagai komputer terhubung dan para penggunanya dapat berkomunikasi dan share resources satu sama. Informasi dan data bergerak melalui media transmisi jaringan sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer untuk saling bertukar dokumen dan data, mencetak pada printer yang sama dan bersama-sama menggunakan hardware / software yang terhubung dengan jaringan.

Saat ini kita mengenal beberapa jenis jaringan pada umumnya yatu jaringan data dan internet.

Jaringan data adalah sebuah jaringan yang memungkinkan komputer-komputer yang ada saling bertukar data. Contoh yang paling sederhana adalah dari jaringan data adalah dua buah PC terhubung melalui sebuah kabel. Akan tetapi rata-rata jaringan data menghubungkan banyak alat.

Jaringan internet adalah sekumpulan jaringan-jaringan yang saling terhubung oleh alat jaringan dan akan menjadikan jaringan-jaringan tersebut sebagai satu jaringan yang besar. Public Internet adalah contoh yang paling mudah dikenali sebagai jaringan tunggal yang menghubungkan jutaan komputer.

 

Arsitektur Jaringan

Ada 3 jenis arsitektur jaringan data :

  1. LAN (Local Area Network)

Jaringan ini beroperasi dalam area yang jaraknya terbatas(kurang dari 10 kilometer).Biasanya jaringan ini bersifat tertutup karena hanya digunakan oleh sekumpulan orang dan memberikan akses bandwith yang tinggi dalam lingkup kelompok yang menggunakannya.Alat yang biasa digunakan adalah Switch dan Hub.

  1. WAN (Wide Area Network)

Jaringan ini beroperasi dalam area yang lebih luas dari LAN.Biasanya jaringan WAN berfungsi untuk menghubungkan LAN yang berada terpisah secara geografis. Biasanya digunakan juga untuk fulltime/partime connectivity antar daerah dan juga untuk public services seperti email. Alat yang biasa digunakan di jaringan ini adalah Router.

  1. MAN (Metropolitan Area Network )

Jaringan ini beroperasi dalam area yang lebih luas secara geografis.Biasanya menghubungkan jaringan WAN yang terpisah sehingga memungkinkan untuk terjadinya pertukaran informasi dan sharing data dan devices. Alat yang digunakan adala kumpulan dari Router dan Gateway.

Jaringan yang pertama kali dikenalkan adalah LAN. WAN diperkenalkan sebagai jaringan yang menghubungkan LAN-LAN yang ada sehingga user juga dapat membagi informasi dan mengakses alat-alat yang ada.Di sini yang akan kita bahas lebih lanjut adalah mengenai WAN.

Saat kita akan membahas lebih dalam mengenai jaringan ada 2 konsep yang penting yaitu:

  1. Protocol

 

Protocol banyak digunakan untuk proses komunikasi diantara entiti pada sistem yang berbeda-beda. Istilah entiti merujuk pada program-program aplikasi user sedangkan sistem lebih pada komputer dan terminal.

Elemen-elemen kunci untuk sebuah protocol adalah sebagai berikut :

  • Syntax

Meliputi segala sesuatu yang berkaitan dengan format data dan level-level sinyal

  • Semantics

Meliputi informasi kontrol untuk koordinasi dan pengendalian kesalahan

  • Timing

Meliputi kesesuaian urutan dan kecepatan

  1. Arsitektur komunikasi komputer

Ada 2 arsitektur protocol yang digunakan sebagai dasar bagi pengembangan standar-standar:

 

1.Model TCP/IP

Model dan protokol TCP/IP merupakan open standard yang merupakan standar teknis dan historis dari internet. Pada tahun 1973, Bob Kahn dan Vint Cerf mengerjakan proyek yang nantinya disebut TCP/IP. Selanjutnya, model TCP/IP dikembangkan Departemen Pertahanan USA (DoD) pada tahun 1981 (cisco.netacad.net, ch9, s1) dengan tujuan ingin menciptakan suatu jaringan yang dapat bertahan dalam segala kondisi. TCP/IP adalah jenis protokol pertama yang digunakan dalam hubungan internet, sehingga banyak istilah dan konsep yang dipakai dalam hubungan internet berasal dari istilah dan konsep yang dipakai oleh protokol TCP/IP. Perkembangan TCP/IP menciptakan suatu standar de facto, yaitu suatu standar yang diterima oleh kalangan pemakai dengan sendirinya karena pemakaian yang luas. Beberapa layer pada model TCP/IP mempunyai nama yang sama dengan model OSI. Gambar 2.2 dibawah ini merupakan gambaran dari model TCP/IP dimana dapat dilihat bahwa model TCP/IP juga dibagi menjadi 2 bagian, yaitu bagian networks dan protocols.

Topologi Jaringan

Setelah kita mengetahui komponen untuk membangun sebuah jaringan, maka langkah selanjutnya adalah merancang jaringan sesuai yang kita perlukan. Apakah jaringan yang akan kita bangun akan berbentuk bintang (star), lingkaran (ring), dan sebagainya. Hal tersebut dinamakan dengan topologi jaringan.

Topologi WAN

 Topologi WAN menggambarkan cara fasilitas transmisi digunakan berdasarkan lokasi – lokasi yang terhubung. Banyak topologi yang memungkinkan, masing – masing mempunyai perbedaan cost, performance dan scalability sendiri – sendiri. Topologi – topologi yang sering digunakan antara lain ring, star, full-mesh, partial-mesh yang memiliki bentuk topologi yang sama dengan LAN, dan multi-tiered meliputi two-tiered dan three-tiered yang tidak terdapat pada LAN. Berikut pada gambar 2.11 adalah contoh dari topologi tiered.

  • Topologi Ring

Topologi ini menghubungkan satu node ke node berikutnya dan node terakhir terhubung ke node awal. Hal ini tentunya membuat bentuk yang menyerupai lingkaran.

  • Topologi Star

Topologi ini menghubungkan semua kabel pada sebuah titik sentral terkonsentrasi.

  • Topologi Mesh

Topologi mesh diimplementasikan untuk menyediakan perlindungan sebanyak mungkin yang diinginkan dari interupsi pada network service. Penggunaan dari topologi mesh pada sistem jaringan terkontrol dari pembangkit tenaga nuklir adalah sebuah contoh yang sangat sesuai. Seperti sudah diperlihatkan pada gambar dibawah ini, setiap host memiliki koneksi dengan host lain.

Meskipun internet memiliki banyak hubungan ke setiap lokasi, internet tidak mengadopsi topologi ini secara penuh. Meskipun internet memiliki banyak hubungan ke setiap lokasi, internet tidak mengadopsi topologi ini secara penuh. Hal ini dikarenakan oleh biaya dan bandwidth yang dibutuhkan untuk menghubungkan setiap node sangatlah besar dan hampir tidak mungkin untuk dilakukan.

Pemilihan Topologi

 Pada saat pemilihan topologi jaringan, cukup banyak pertimbangan yang harus diambil tergantung pada kebutuhan. Faktor-faktor yang perlu mendapatkan pertimbangan antara lain adalah sebagai berikut:

  •               Biaya, sistem apa yang paling efisien yang dibutuhkan organisasi
  •               Kecepatan, sejauh mana kecepatan yang dibutuhkan oleh sistem
  •               Lingkungan, mis: listrik, adakah faktor lingkungan yang berpengaruh
  •               Ukuran (skalabilitas), berapa besar ukuran jaringan. Apakah jaringan memerlukan file server atau sejumlah server khusus.
  •               Konektivitas, apakah pemakai yang lain perlu mengakses jaringan dari berbagai lokasi.

Jenis Konektifitas Jaringan WAN

Ada beberapa jenis konektifitas dalam WAN,yaitu :

  1. Leased Line

Biasanya disebut sebagai koneksi point-to-point atau dedicated koneksi. Leased Line jalur komunikasi WAN yang dibangun dari CPE melalui DCE switch, menuju remote site CPE memperbolehkan jairngan DTE untuk berkomunikasi kapan saja dengan tanpa prosedur settingan sebelum mentransmisikan data.Ketika biaya bukan masalah,ini adalah pilihan yang terbaik.Leased Line menggunakan synchronous serial lines sampai dengan 45Mbps. Enkapsulasi HDLC dan PPP seringkali digunakan dalam leased line.

PPP

PPP (Point-to-Point Protocol) merupakan protocol data-link yang bsia digunakan melalui media asynchronous (dial-up) ataupun synchronous (ISDN) dan menggunakan  LCP (Link Control Protocol) untuk membangun dan menjaga koneksi yang ada.

2. Circuit Switching

Ketika kita mendengar istilah circuit switching yang akan terpikirkan adalah panggilan telepon.Keuntungan terbesar adalah biaya.Kita hanya membayar untuk waktu yang kita gunakan.Tidak ada data yang akan dikirim sebelum koneksi dibangun atau dijalankan. Circuit switching menggunakan dial-up modems atau  ISDN, dan biasa digunakan untuk pengiriman data pada bandwith yang kecil.

ISDN

ISDN adalah layanan telekomunikasi seluruh dunia yang menggunakan transmisi digital dan teknologi switching untuk mendukung komunikasi data digital dan suara.

Ada 2 macam ISDN yaitu ISDN BRI dan PRI.

ISDN BRI (Basic Rate Interface) terdiri dari 2 B channels dan 1 D channel. Channel B BRI bekerja pada  64Kbps dan membawa data. Channel D BRI bekerja pada 16Kbps dan biasanya membawa kontrol dan informasi pensinyalan. BRI juga menyediakan kontrol framing dengan jumlah total bit rate mencapai 144Kbps.

ISDN Primary Rate Interface (PRI) terdiri dari 23 B channels dan satu 64Kbps D channel di Amerika Utara dan Jepangdengan total bit rate mencapai  1.544Mbps.

  1. Packet Switching

Ini adalah metode switching WAN yang memungkinkan perusahaan kita untuk berbagi bandwidth dengan perusahaan  untuk menghemat biaya. Packet switching bisa dianalogikan mirip dengan leased line tetapi biaya yang diperlukan hanya sebesar ketika kita menggunakan model circuit switching. Sekarang yang menjadi pertimbangan apakah diperlukan pengiriman data secara konstan? Apabila iya, maka pilihan ini kurang tepat. Contoh dari Packet Switching adalah Frame Relay dan X.25. Kecepatan akses berkisar anatara 56Kbps sampai T3 (45 Mbps).

Frame Relay

Frame Relay merupakan bentuk packet switching yang didasarkan atas pengunaan frame lapisan jalur dengan panjang variabel.Tidak terdapat lapisan jaringan, dan beberapa fungsi dsar telah dipersingkat atau dikurangi agar menampilkan laju penyelesaian yang lebih besar.

Frame Relay dirancang untuk mengeliminasi banyaknya overhead pada sistem ujung pemakai dan pada jaringan packet-switching. Pada Frame Relay, sebuah frame data pemakai tunggal dikirim dari sumber ke tujuan dan sebuah balasan yang dibangkitkan oleh lapisan yang lebih tinggi dibawa kembali di dalam frame.Kekurangan dari frame relay adalah tidak adanya kemampuan untuk menampilkan flow control dan kontrol kesalahan jalur demi jalur.Kelebihan dari Frame Relay adalah proses komunikasi yang ringan dan meningkatnya keandalan fasilitas transmisi dan switching

Komponen dalam Jaringan WAN

WAN menghubungkan LAN-LAN yang terpisah secara geografis (lebih dari 100 meter) sehingga secara otomati komponen yang terdapat dalam LAN juga terdapat dalam WAN.

  1. Router

Router adalah penyaring atau filter lalu lintas data. Penyaringan dilakukan dengan menggunakan routing protocol tertentu. Router bukanlah perangkat fisikal, melainkan logikal. Misalnya sebuah IP router dapat membagi jaringan menjadi beberapa subnet sehingga hanya lalu lintas yang ditujukan untuk IP adress tertentu yang dapat mengalir dari suatu segmen ke segmen lainnya.

Router memiliki 2 interface (port) yaitu interface serial dan ethernet.Interface Serial biasanya menggunakan kabel DTE/DCE dan seringkali digunakan untuk koneksi WAN atau internet.Sedangkan interface ethernet seringkali digunakan koneksi ke LAN.Rata-rata router saat ini sudah memiliki interface Fast Ethernet (100 BaseT) bahkan ada beberapa yang sudah memiliki interface Gigabit Ethernet (1000Base T).

Router menggunakan routing protocol untuk bertukar informasi routing. Routing protocol memungkinkan router untuk mengetahui informasi dari router lain yang berada di jaringan sehingga data bisa dikirim pada tujuan yang tepat.

Perlu diingat bahwa dua router yang berkomunikasi satu sama lain harus menggunakan routing protocol yang sama atau mereka tidak bisa bertukar informasi.

Routing protocol yang banyak digunakan :

  • RIP v1
  • RIP v2
  • IGRP (Interior Gateway Routing Protocol)
  • EIGRP (Exterior Gateway Routing Protocol)
  • OSPF (Open Shortest Path First)
  • IS-IS
  • BGP (Border Gateway Protocol)
  • Static Route
  1. Switch

Switch dikenal juga dengan istilah LAN switch merupakan perluasan dari bridge. Ada dua buah arsitektur switch, sebagai berikut:

v     Cut through

Kelebihan dari arsitektur switch ini terletak pada kecepatan, karena pada saat sebuah paket datang, switch hanya memperhatikan alamat tujuan sebelum diteruskan ke segmen tujuannya.

v     Store and forward

Switch ini menerima dan menganalisa seluruh isi paket sebelum meneruskannya k etujuan dan untuknya memerlukan waktu.

Keuntungan menggunakan switch apabila bila switch tersebut merupakan base Ethernet adalah karena setiap segmen jaringan memiliki bandwith 10 Mbps penuh,dan 100 Mbps apabila base Fast Ethernet dan  tidak terbagi seperti pada hub.

  1. Hub

Hub adalah suatu perangkat yang memiliki banyak port. Hub akan menghubungkan beberapa node (komputer) sehingga akan membentuk suatu jaringan dengan topologi star[1]. Pada jaringan yang umum, sebuah port akan menghubungkan hub dengan komputer Server. Sementara itu port yang lain digunakan untuk menghubungkan hub dengan node-node.

Hub hanya memungkinkan user untuk berbagi jalur yang sama. Pada jaringan tersebut, tiap user hanya akan mendapatkan kecepatan dari bandwith yang ada. Misalkan jaringan yang digunakan adalah Ethernet 10 Mbps dan pada jaringan tersebut tersambung 10 unit komputer. Jika semua komputer tersambung ke jaringan secara bersamaan, maka bandwith yang dapat digunakan oleh masing-masing user rata-rata adalah 1 Mbps.

  1. Kabel

Kabel yang digunakan dalam jaringan WAN ada 2 jenis.

1.Kabel UTP

Ada dua buah jenis kabel UTP yakni shielded dan unshielded. Shielded adalah kabel yang memiliki selubung pembungkus. Sedangkan unshielded tidak memiliki selubung pembungkus. Untuk koneksinya digunakan konektor RJ11 atau RJ-45.

UTP cocok untuk jaringan dengan skala dari kecil hingga besar. Dengan menggunakan UTP, jaringan disusun berdasarkan topologi star dengan hub sebagai pusatnya. Kabel ini umumnya lebih reliable dibandingkan dengan kabel koaksial.

Ada beberapa kategori dari kabel UTP. Yang paling baik adalah kategori 5. Ada dua jenis kabel, yakni straight-through dan crossed. Kabel Straight-through dipakai untuk menghubungkan komputer ke Hub, komputer ke Switch atau Switch ke Switch. Sedangkan kabel crossed digunakan untuk menghubungkan Hub ke Hub atau Router ke Router. Untuk kabel kategori 5, ada 8 buah kabel kecil di dalamnya yang masing-masing memiliki kode warna. Akan tetapi hanya kabel 1,2,3,6. Walaupun demikian, ke delapan kabel tersebut semuanya terhubung dengan jack.

Untuk kabel straight-through, kabel 1, 2, 3, dan 6 pada suatu ujung juga di kabel 1,2,3, dan 6 pada ujung lainnya. Sedangkan untuk kabel crossed, ujung yang satu adalah kebalikan dari ujung yang lain ( 1 menjadi 3 dan 2 menjadi 6).

2.Kabel DTE/DCE

Kabel DTE (Data Termination Equipment) digunakan untuk menghubungkan antara Router dengan Router atau Router dengan modem .

Sedangkan kabel DCE (Data Termination Equipment) digunakan untuk menghubungkan antara modem dengan device komunikasi internet.


DESAIN KEBUTUHAN HARDWARE DAN SOFTWARESERVER

Pemanfaatan perangkat lunak berperan penting bagi perkembangan di semua bidang, baik itu institusi pendidikan, lingkungan bisnis, maupun kalangan pribadi. Tentunya tidak berpulang dari penggunaan perangkat lunak tersebut, sampai sejauh mana fungsinya dapat diberdayakan dan seberapa besar biaya yang dibutuhkan untuk penerapannya. Pemilihan perangkat lunak yang sejalan dengan kebutuhan harus benar-benar diperhatikan, karena itu perencanan awal dimulai dengan mengindentifikasi kebutuhan di lingkungan yang ada. Setelah proses identifikasi kebutuhan didaftarkan, kita dapat memilih perangkat lunak seperti apa yang akan digunakan.  Pemanfaatan web server menambah pengembangan aplikasi web, seperti e-learning, e-government, dan e-commerce.

 

Pendistribusian informasi di satu layanan dan penggunaan aplikasi client yang sungguh sangat mudah – hampir di setiap perangkat keras (PC, PDA) sudah terdapat browser. Web server sebagai pemberi pelayanan membutuhkan sistem operasi untuk menjalankan fungsinya. Sehingga kemampuan sistem operasi menangani web server menjadi perhatiannya. Yang tentunya komunikasi antar sistem operasi dengan aplikasi web server harus dimengerti kedua unit. Semua itu tak terlepas dari pengembangan model OSI (Open Systems Interconnection Reference) dan TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol) yang memungkinkan komunikasi antar komputer yang satu dengan lainnya, perangkat keras, perangkat lunak client/ server tentu menggunakan kaedah ini karena kaedah yang digunakan menjadi acuan para pengembang perangkat lunak maupun

perangkat keras (vendor).

Standarisasi dalam arsitektur komputer memberikan keuntungan pengembangan perangkat keras dan perangkat lunak. Dengan adanya satu bentuk standar yang digunakan sebagai komunikasi atau hubunganantar perangkatperangkat baik lunak dan keras terhadap pengembang. Sistem operasi yang mampu memberikan dukungan client/server menjadi mutlak di era sekarang. Selain dengan berbagai pertimbangan keandalan, stabilitas dari sistem operasi itu sendiri, perangkat lunak dalam hal ini client/server harus bisa sinergi dengan sistem operasi. Jelas sekali pemilihan sistem operasi harus diperhatikan terhadap dukungan jaringan komunikasi client/server.

Server didukung dengan prosesor yang bersifat scalable dan RAM yang besar, juga dilengkapi dengan sistem operasi khusus, yang disebut sebagai sistem operasi jaringan atau network operating system. Server juga menjalankan perangkat lunak administratif yang mengontrol akses terhadap jaringan dan sumber daya yang terdapat di dalamnya, seperti halnya berkas atau alat pencetak (printer), dan memberikan akses kepada workstation anggota jaringan.

Umumnya, di atas sistem operasi server terdapat aplikasi-aplikasi yang menggunakan arsitektur klien/server. Server biasanya terhubung dengan client dengan kabel UTP dan sebuah Network Card. Kartu jaringan ini biasanya berupa kartu PCI atau ISA.

Fungsi server sangat banyak, misalnya untuk situs internet, ilmu pengetahuan, atau sekedar penyimpanan data. Namun yang paling umum adalah untuk mengkoneksikan komputer client ke Internet.

Dalam model klien/server, sebuah aplikasi dibagi menjadi dua bagian yang terpisah, tapi masih merupakan sebuah kesatuan yakni komponen klien dan komponen server. Komponen klien juga sering disebut sebagai front-end, sementara komponen server disebut sebagai back-end. Komponen klien dari aplikasi tersebut dijalankan dalam sebuah workstation dan menerima masukan data dari pengguna. Komponen klien tersebut akan menyiapkan data yang dimasukkan oleh pengguna dengan menggunakan teknologi pemrosesan tertentu dan mengirimkannya kepada komponen server yang dijalankan di atas mesin server, umumnya dalam bentuk request terhadap beberapa layanan yang dimiliki oleh server. Komponen server akan menerima request dari klien, dan langsung memprosesnya dan mengembalikan hasil pemrosesan tersebut kepada klien. Klien pun menerima informasi hasil pemrosesan data yang dilakukan server dan menampilkannya kepada pengguna, dengan menggunakan aplikasi yang berinteraksi dengan pengguna.

Pemanfaatan komunikasi client/server dalam hal jasa layanan berbasis web, akan terus berkembang. Dengan demikian pemilihan aplikasi server dan sistem operasi menjadi perhatian utama. Dengan adanya permintaan yang bersamaan (concurrentrequest) dari client. Aplikasi web server harus mampu menanganinya dengan benar – sejalan dengan kemampuan sistem operasi mengatur penggunaan daya (resources) komputer terhadap aplikasi web server itu. Dengan demikian proses terhadap permintaan yang ditujukan ke server menghasilkan permintaan yang benar di sisi client.

Beberapa komponen keluarga protokol TCP/IP. Berikut ini penjelasan tentang beberapa aplikasi yang umum dipakai dengan TCP/IP :

Telnet. Program telnet menyediakan kemampuan untuk melakukan remote login. Dengan program ini, seorang pemakai pada suatu komputer dapat melakukan login (masuk) ke komputer lainnya dan bertindak seolah-olah ia berada langsung di depan komputer kedua yang dihubunginya. Akses dapat dilakukan dari jaringan manapun, asal pemakai mempunyai izin yang sah tidak peduli di network lokal atau sembarang network.

File Transfer Protokol. Disebut juga FTP. Memungkinkan suatu file pada suatu system komputer di-copy ke system lainnya. Pemakai tidak perlu login sebagai pemakai penuh seperti halnya telnet namun perlu izin akses (username, password dan IP). Apabila koneksi telah terjadi, FTP memungkinkan untuk meng-copy file dari remote komputer ke komputer lokal yang kita pakai.

Simple Mail Transfer Protocol. Disebut juga SMTP. Digunakan untuk mentransfer electronic mail (e-mail). Saat menggunakan program e-mail, dibalik layar SMTP akan menghubungkan diri ke remote komputer dan mentransfer pesan e-mail seperti halnya program FTP mentransfer file namun kita tidak pernah menyadari kerja “siluman” (SMTP) tersebut.

Remote Procedure Call. Disebut juga RPC. Suatu set fungsi yang memungkinkan suatu aplikasi untuk berkomunikasi ke komputer lain (server). RPC akan menyediakan fungsi pemrograman, kode return, variabel predefined untuk mendukung distributed computing.

User Datagram Protocol. Disebut juga UDP. Protokol yang bersifat connectionless. UDP adalah kebalikan dari TCP yang berorientasi connection. UDP memang tidak handal tetapi ia di desain untuk tujuan khusus.

Transmission Control Protokol. Disebut juga TCP. Protokol komunikasi yang menyediakan data transfer yang andal. TCP bertanggung jawab untuk mengatur dan menyusun (assembling) data yang dilewatikan dari lapisan (layer) aplikasi menjadi suatu paket standar dan memastikan bahwa data telah dikirim dengan benar.

Internet protokol. Disebut juga IP. Bagian yang bertanggung jawab dalam memindahkan paket data yang telah di-assembling oleh TCP atau UDP (User datagram protocol) melalui network. IP menggunakan satu set address unik untuk setiap device yang ada pada network sehingga ia dapat menentukan dan menangani jalur perjalanan (route) dan alamat tujuan.

Domain Name System. Disebut juga DNS. Memungkinkan suatu komputer dengan nama umum dikonversi ke alamat network khusus. Sebagai contoh, suatu komputer dengan nama biasa DIMAS, tidak dapat diakses oleh komputer lain pada network yang sama atau network lainnya, jika tidak ada metode untuk memeriksa nama mesin lokal dan menggantinya dengan alamat fisik (hardware) mesin. DNS menyediakan konversi dari nama lokal ke alamat fisik dari suatu koneksi.

Beberapa Pengertian Dalam Unit Kompetensi Ini

Beberapa pengertian yang dipergunakan di dalam unit kompetensi ini, yaitu :

1.       Server adalah sebuah sistem komputer yang menyediakan jenis     layanan tertentu dalam sebuah jaringan komputer.

2.       Klien-server atau Client-server adalah sebuah paradigma dalam          teknologi informasi yang merujuk kepada cara untuk mendistribusikan          aplikasi ke dalam dua pihak yaitu pihak klien dan pihak server.Informasi Masing-Masing Elemen Kompetensi

Memilih aplikasi untuk server


Teori bekerja DNS

  Para Pemain Inti

Pengelola dari sistem DNS terdiri dari tiga komponen:

  1. DNS resolver adalah sebuah program klien yang berjalan di komputer          pengguna, yang membuat permintaan DNS dari program                               aplikasi.

  2. recursive DNS server adalah sebuah program server yang melakukan pencarian melalui DNS sebagai tanggapan permintaan dari resolver, dan mengembalikan jawaban kepada para resolver tersebut.

          3. authoritative DNS server adalah sebuah program server yang         memberikan jawaban terhadap       permintaan   dari recursor, baik dalam   bentuk sebuah jawaban, maupun           dalam bentuk          delegasi        (misalkan: mereferensikan ke authoritative DNS         server lainnya)

  Pengertian beberapa bagian dari nama domain

Sebuah nama domain biasanya terdiri dari dua bagian atau lebih     (secara teknis disebut label), dipisahkan dengan titik.

Label paling kanan menyatakan top-level domain – domain tingkat        atas/tinggi (misalkan, alamat http://www.wikipedia.org memiliki top-level domain org).

Setiap label di sebelah kirinya menyatakan sebuah sub-divisi atau subdomain dari domain yang lebih tinggi. Catatan: “subdomain” menyatakan ketergantungan relatif, bukan absolut. Contoh: wikipedia.org merupakan subdomain dari domain org, dan id.wikipedia.org dapat membentuk subdomain dari domain wikipedia.org (pada prakteknya, id.wikipedia.org sesungguhnya mewakili sebuah nama host – lihat dibawah). Secara teori, pembagian seperti ini dapat mencapai kedalaman 127 level, dan setiap label dapat terbentuk sampai dengan 63 karakter, selama total nama domain tidak melebihi panjang 255 karakter. Tetapi secara praktek, beberapa pendaftar nama domain (domain name registry) memiliki batas yang lebih sedikit.

Terakhir, bagian paling kiri dari bagian nama domain (biasanya) menyatakan nama host. Sisa dari nama domain menyatakan cara untuk membangun jalur logis untuk informasi yang dibutuhkan; nama host adalah tujuan sebenarnya dari nama sistem yang dicari alamat IP-nya. Contoh: nama domain http://www.wikipedia.org memiliki nama host “www”.

DNS memiliki kumpulan hirarki dari DNS servers. Setiap domain atau subdomain memiliki satu atau lebih authoritative DNS Servers (server DNS otorisatif) yang mempublikasikan informas tentang domain tersebut dan nama-nama server dari setiap domain di-“bawah”-nya. Pada puncak hirarki, terdapat root servers– induk server nama: server yang ditanyakan ketika mencari (menyelesaikan/resolving) dari sebuah nama domain tertinggi (top-level domain).

  DNS dalam praktek

Ketika sebuah aplikasi (misalkan web broswer), hendak mencari alamat IP dari sebuah nama domain, aplikasi tersebut tidak harus mengikuti seluruh langkah yang disebutkan dalam teori diatas. Kita akan melihat dulu konsep caching, lalu mengertikan operasi DNS di “dunia nyata”.

  Caching dan masa hidup (caching and time to live)

Karena jumlah permintaan yang besar dari sistem seperti DNS, perancang DNS menginginkan penyediaan mekanisme yang bisa mengurangi beban dari masing-masing server DNS. Rencana mekanisnya menyarankan bahwa ketika sebuah DNS resolver (klien) menerima sebuah jawaban DNS, informasi tersebut akan di cache untuk jangka waktu tertentu. Sebuah nilai (yang di-set oleh administrator dari server DNS yang memberikan jawaban) menyebutnya sebagai time to live (masa hidup), atau TTL yang mendefinisikan periode tersebut. Saat jawaban masuk ke dalam cache, resolver akan mengacu kepada jawaban yang disimpan di cache tersebut; hanya ketika TTL usai (atau saat administrator mengosongkan jawaban dari memori resolver secara manual) maka resolver menghubungi server DNS untuk informasi yang sama.

  Waktu propagasi (propagation time)

Satu akibat penting dari arsitektur tersebar dan cache adalah perubahan kepada suatu DNS tidak selalu efektif secara langsung dalam skala besar/global. Contoh berikut mungkin akan menjelaskannya: Jika seorang administrator telah mengatur TTL selama 6 jam untuk host http://www.wikipedia.org, kemudian mengganti alamat IP dari http://www.wikipedia.org pada pk 12:01, administrator harus mempertimbangkan bahwa ada (paling tidak) satu individu yang menyimpan cache jawaban dengan nilai lama pada pk 12:00 yang tidak akan menghubungi server DNS sampai dengan pk 18:00. Periode antara pk 12:00 dan pk 18:00 dalam contoh ini disebut sebagai waktu propagasi (propagation time), yang bisa didefiniskan sebagai periode waktu yang berawal antara saat terjadi perubahan dari data DNS, dan berakhir sesudah waktu maksimum yang telah ditentukan oleh TTL berlalu. Ini akan mengarahkan kepada pertimbangan logis yang penting ketika membuat perubahan kepada DNS: tidak semua akan melihat hal yang sama seperti yang Anda lihat. RFC1537 dapat membantu penjelasan ini.

  DNS di dunia nyata

Di dunia nyata, user tidak berhadapan langsung dengan DNS resolver – mereka berhadapan dengan program seperti web brower (Mozilla Firefox, Safari, Opera, Internet Explorer, Netscape, Konqueror dan lain-lain dan klien mail (Outlook Express, Mozilla Thunderbird dan lain-lain). Ketika user melakukan aktivitas yang meminta pencarian DNS (umumnya, nyaris semua aktivitas yang menggunakan Internet), program tersebut mengirimkan permintaan ke DNS Resolver yang ada di dalam sistem operasi.

          DNS resolver akan selalu memiliki cache (lihat diatas) yang memiliki isi pencarian terakhir. Jika cache dapat memberikan jawaban kepada permintaan DNS, resolver akan menggunakan nilai yang ada di dalam cache kepada program yang memerlukan. Kalau cache tidak memiliki jawabannya, resolver akan mengirimkan permintaan ke server DNS tertentu. Untuk kebanyakan pengguna di rumah, Internet Service Provider(ISP) yang menghubungkan komputer tersebut biasanya akan menyediakan server DNS: pengguna tersebut akan mendata alamat server secara manual atau menggunakan DHCP untuk melakukan pendataan tersebut. Jika administrator sistem telah mengkonfigurasi sistem untuk menggunakan server DNS mereka sendiri, DNS resolver umumnya akan mengacu ke server nama mereka. Server nama ini akan mengikuti proses yang disebutkan di Teori DNS, baik mereka menemukan jawabannya maupun tidak. Hasil pencarian akan diberikan kepada DNS resolver; diasumsikan telah ditemukan jawaban, resolver akan menyimpan hasilnya di cache untuk penggunaan berikutnya, dan memberikan hasilnya kepada software yang meminta pencarian DNS tersebut.

Sebagai bagian akhir dari kerumitan ini, beberapa aplikasi seperti web browser juga memiliki DNS cache mereka sendiri, tujuannya adalah untuk mengurangi penggunaan referensi DNS resolver, yang akan meningkatkan kesulitan untuk melakukan debug DNS, yang menimbulkan kerancuan data yang lebih akurat. Cache seperti ini umumnya memiliki masa yang singkat dalam hitungan 1 menit.

  Penerapan DNS lainnya

Sistem yang dijabarkan diatas memberikan skenario yang disederhanakan. DNS meliputi beberapa fungsi lainnya:

Nama host dan alamat IP tidak berarti terhubung secara satu-banding-satu. Banyak nama host yang diwakili melalui alamat IP tunggal: gabungan dengan pengasuhan maya (virtual hosting), hal ini memungkinkan satu komputer untuk malayani beberapa situs web. Selain itu, sebuah nama host dapat mewakili beberapa alamat IP: ini akan membantuk toleransi kesalahan (fault tolerance dan penyebaran beban (load distribution), juga membantu suatu situs berpindah dari satu lokasi fisik ke lokasi fisik lainnya secara mudah.

Ada cukup banyak kegunaan DNS selain menerjemahkan nama ke alamat IP. Contoh:, agen pemindahan surat Mail transfer agents(MTA) menggunakan DNS untuk mencari tujuan pengiriman E-mail untuk alamat tertentu. Domain yang menginformasikan pemetaan exchange disediakan melalui rekod MX (MX record) yang meningkatkan lapisan tambahan untuk toleransi kesalahan dan penyebaran beban selain dari fungsi pemetaan nama ke alamat IP.

Kerangka Peraturan Pengiriman (Sender Policy Framework) secara            kontroversi menggunakan keuntungan jenis rekod DNS, dikenal sebagai rekod    TXT.

Menyediakan keluwesan untuk kegagalan komputer, beberapa server DNS memberikan perlindungan untuk setiap domain. Tepatnya, tigabelas server akar (root servers) digunakan oleh seluruh dunia. Program DNS maupun sistem operasi memiliki alamat IP dari seluruh server ini. Amerika Serikat memiliki, secara angka, semua kecuali tiga dari server akar tersebut. Namun, dikarenakan banyak server akar menerapkan anycast, yang memungkinkan beberapa komputer yang berbeda dapat berbagi alamat IP yang sama untuk mengirimkan satu jenis services melalui area geografis yang luas, banyak server yang secara fisik (bukan sekedar angka) terletak di luar Amerika Serikat.

DNS menggunanakn TCP dan UDP di port komputer 53 untuk melayani permintaan DNS. Nyaris semua permintaan DNS berisi permintaan UDP tunggal dari klien yang ddikuti oleh jawaban UDP tunggal dari server. Umumnya TCP ikut terlibat hanya ketika ukuran data jawaban melebihi 512 byte, atau untuk pertukaaran zona DNS zone transfer

  Jenis-jenis catatan DNS

Beberapa kelompok penting dari data yang disimpan di dalam DNS adalah sebagai berikut:

  • A record atau catatan alamat memetakan sebuah nama host ke alamat IP 32-bit (untuk IPv4).
  • AAAA record atau catatan alamat IPv6 memetakan sebuah nama host ke alamat IP 128-bit (untuk IPv6).
  • CNAME record atau catatan nama kanonik membuat alias untuk nama domain. Domain yang di-alias-kan memiliki seluruh subdomain dan rekod DNS seperti aslinya.
  • [MX record]] atau catatan pertukaran surat memetakan sebuah nama domain ke dalam daftar mail exchange server untuk domain tersebut.
  • PTR record atau catatan penunjuk memetakan sebuah nama host ke nama kanonik untuk host tersebut. Pembuatan rekod PTR untuk sebuah nama host di dalam domain in-addr.arpa yang mewakili sebuah alamat IP menerapkan pencarian balik DNS (reverse DNS lookup) untuk alamat tersebut. Contohnya (saat penulisan / penerjemahan artikel ini), http://www.icann.net memiliki alamat IP 192.0.34.164, tetapi sebuah rekod PTR memetakan ,,164.34.0.192.in-addr.arpa ke nama kanoniknya: referrals.icann.org.
  • NS record atau catatan server nama memetakan sebuah nama domain ke dalam satu daftar dari server DNS untuk domain tersebut. Pewakilan bergantung kepada rekod NS.
  • SOA record atau catatan otoritas awal (Start of Authority) mengacu server DNS yang mengediakan otorisasi informasi tentang sebuah domain Internet.
  • SRV record adalah catatan lokasi secara umum.
  • Catatan TXT mengijinkan administrator untuk memasukan data acak ke dalam catatan DNS; catatan ini juga digunakan di spesifikasi Sender Policy Framework.
  • Jenis catatan lainnya semata-mata untuk penyediaan informasi (contohnya, catatan LOC memberikan letak lokasi fisik dari sebuah host, atau data ujicoba (misalkan, catatan WKS memberikan sebuah daftar dari server yang memberikan servis yang dikenal (well-known service) seperti HTTP atau POP3 untuk sebuah domain.

  Nama domain yang diinternasionalkan

Nama domain harus menggunakan satu sub-kumpulan dari karakter ASCII, hal ini mencegah beberapa bahasa untuk menggunakan nama maupun kata lokal mereka. ICANN telah menyetujui Punycode yang berbasiskan sistem IDNA, yang memetakan string Unicode ke karakter set yang valid untuk DNS, sebagai bentuk penyelesaian untuk masalah ini, dan beberapa registries sudah mengadopsi metode IDNS ini.

  Perangkat lunak DNS

Beberapa jenis perangakat lunak DNS menerapkan metode DNS,     beberapa diantaranya:

  1. BIND (Berkeley Internet Name Domain)
  2. djbdns (Daniel J. Bernstein‘s DNS)
  3. MaraDNS
  4. QIP (Lucent Technologies)
  5. NSD (Name Server Daemon)
  6. PowerDNS
  7. Microsoft DNS (untuk edisi server dari Windows 2000 dan Windows 2003)
  8. Utiliti berorientasi DNS termasuk:
  9. dig (the domain information groper)

KONFIGURASI MAIL SERVER

Untuk membangun sebuah mail Server yang dapat digunakan untuk mengirim dan menerima e-mail dari Internet sebagai sarana komunikasi untuk user, maka dibutuhkan suatu proses instalasi yang cukup menyeluruh sehingga mail Server yang dihasilkan dapat memenuhi unsur kemudahan, keamanan dan kehandalan yang dibutuhkan.

Server Mail yang dihasilkan dapat menampung banyak domain (multiple domain) dan user, seluruh mail dapat dibaca menggunakan aplikasi mail klien mana pun atau melalui web mail.

Untuk menggunakan sistem mail, maka dibutuhkan sebuah Server mail yang terhubung ke Internet secara penuh. Biasanya Server tersebut ditaruh di ISP berupa co-location atau ditempatkan di perusahaan yang memiliki koneksi Internet secara dedicated. Selain itu dibutuhkan juga DNS Server yang memuat informasi tentang domain dan IP address mail Server tersebut.

Untuk lebih jelasnya, berikut gambaran mengenai jaringan yang menggunakan Mail Server.

 

Spesifikasi perangkat keras dipastikan sesuai dengan kebutuhan

Server adalah computer yang lebih besar kapasitasnya dari workstation. Dari sisi memorynya, karena hal ini untuk mendukung multiple task yang aktif pada saat yang bersamaan. Kemudian dari sisi harddisk nya yang lebih besar, yaitu untuk menyimpan data. Server juga harus memiliki extra expansion slots pada system board nya untuk memasang beberapa device seperti printer dan beberapa NIC.

Kelebihan lain dari sebuah Server adalah kemampuan untuk memiliki beberapa CPU. Hal ini untuk dapat menangani dan merespon permintaan user yang cukup banyak.

 

Server dapat menjadi repositori dalam mengontrol perangkat keras  yang akan di-share pada user seperti printer (print Server) dan sistem file (file Server), sehingga biaya pengadaan perangkat keras dapat dioptimalkan karena resources yang ada dapat di-share.

Server aplikasi dapat berfungsi termasuk web Server menggunakan HTTP, File Transfer Protocol (FTP), dan Domain Name System (DNS). Selain itu dapat digunakan sebagai Mail Server menggunakan protocol e-mail standard seperti Simple Mail Transfer Protocol (SMTP), Post Office Protocol 3 (POP3) dan Internet Messaging Access Protocol (IMAP). File sharing protocol termasuk Sun Microsystems Network File System (NFS) dan Microsoft Server Message Block (SMB).

Saat ini, banyak vendor yang menyediakan jasa pembuatan Server khusus yang dapat memenuhi kebutuhan user dan mudah dalam dalam perawatan serta penambahan hardware baru. Vendor-vendor tersebut antara lain adalah sebagai berikut:

DELL

HP

IBM

SUN Microsystem

Yang perlu diingat adalah spesifikasi dari Server tersebut dapat memenuhi kebutuhan lalu lintas data dalam sebuah jaringan dan aplikasi yang dijalankan di Server tersebut. Semakin banyak lalu lintas data yang mengalir dan diatur melalui Server tersebut, semakin besar kapasitas atau spesifikasi dari Server tersebut. Secara umum kebutuhan untuk Mail Server tergantung dari besarnya kapasitas harddisk untuk menyimpan data mailbox user-user nya.  Kemampuan prosesor yang tinggi dan memory yang memadai dapat membantu dalam melakukan pengecekan content dan filtering data dari lalu lintas data yang dikirim ke/dari Internet.

Berikut contoh spesifikasi yang dapat digunakan untuk sebuah Mail Server:

  • Processor Xeon 3 GHz (Single Core atau Multi Core)
  • Harddisk berkisar antara 80 GB sampai dengan 200 GB (lebih besar lebih baik untuk penggunaan ke depan)
  • NIC FastEthernet atau Gigabit Ethernet

 

Sistem operasi jaringan yang digunakan diidentifikasi

Sebagai Mail Server, maka dibutuhkan Network Operating System (NOS) untuk dapat melayani konektifitas user. Dalam hal ini NOS berbeda dengan Operating System (OS) biasa yang digunakan oleh client, misalnya Windows XP atau MacOS. NOS yang digunakan dalam jaringan bermacam-macam. Yang paling populer adalah Linux dan Microsoft Windows Server. Dalam modul ini, perangkat lunak yang digunakan lebih dititiberatkan kepada Linux Ubuntu.

Ada beberapa pertimbangan yang harus dimiliki oleh sebuah sistem operasi untuk Server, yaitu:

Security

Yang berarti sistem operasi harus memiliki fitur keamanan untuk mencegah penyerangan atau penyalahgunaan pihak luar, misalnya memiliki fitur encryption dan user authentication

Robustnes

Yang berarti sistem operasi ini dapat menangani jumlah user dan lalu lintas data dari yang kecil sampai besar. Dalam hal ini sistem harus dapat bekerja secara berimbang (load balanced) dan secara redundant

Performance

Yang artinya adalah sistem operasi harus dapat beroperasi 24 jam sehari 7 hari seminggu 365 hari setahun tanpa gangguan, bahkan dalam kondisi yang berat sekalipun.

Scalability

Yang artinya adalah, jika diperlukan penambahan kemampuan maka sistem operasi harus mampu melakukan upgrade hardware seperti prosesor, memori, hard disk. Demikian juga dapat menangani kondisi atau kebutuhan user yang semakin bertambah.

Management

Yang artinya adalah, sistem dapat diatur atau dikendalikan melalui fasilitas administrasi yang tersedia. Sistem dapat memberikan laporan kondisi secara realtime.

Berikut ringkasan pertimbangan yang dibutuhkan dalam memilih sebuah Network Operating System :

Jika menggunakan Microsoft Windows sebagai Network Operating System, maka ada beberapa kelebihan dan kelemahan sistem operasi server ini, antara lain sebagai berikut:

Unggul dalam GUI (grafis)

Lebih mudah untuk instalasi

Implementasi untuk sistem keamanan harus terus dipantau dan diberi patch, sehingga sistem dapat terus up-to-date

Lisensi Microsoft relatif mahal

Sedangkan Linux juga memiliki kelebihan dan kelemahan untuk dijadikan sistem operasi Server, antara lain sebagai berikut:

Linux memiliki lisensi gratis

Dukungan vendor aplikasi terhadap linux semakin meningkat

Linux bersifat portabel, dapat berjalan di semua platform komputasi yang ada

Linux relatif lebih aman dan stabil karena didukung adanya komunitas open source untuk hal ini.

Pengembangan lebih lanjut membutuhkan kemampuan programming dari sistem administrator